Mencium Awan

Suatu hari, aku sedang naik sepeda motor sekitar di desa-desa di Bali. Udara aromanya enak karena ada banyak awan besar di langit, diisi air, siap jatuh. Sudah sore, aku menjadi lapar, cepat sehingga aku berhenti di warung.

“Welcome, I’m Nyoman. What’s your name?”

Wah! Nyoman tinggi, dibandingkan orang Bali yang lain. Mungkin dia dapat mencium awan. “Halo Nyoman, nama saya Trasi”. Nyoman kelihatan bingung. “BUKAN TERASI!”, aku kata dengan cepat.

“Bau! Ngakakak!”. Nyoman tertawa dengat semangat.

“Nyoman – tak mungkin bahwa kamu dapat berbau terasi karena kamu sedang terlalu sibuk mencium awan!”

Awas! Tiba-tiba awan pecah dan hujan jatuh dengan keras.

321089_10150369341496967_2052866697_n

Advertisements